Minggu, 08 Desember 2013



Tugas Pengganti Kuliah Dasar-Dasar Kurikulum, Senin 2 Desember 2013
Elly Astuti
A310120105
3C

KONTINUITAS KEMAJUAN SENI BUDAYA

A.    Pengertian Kontinuitas Kemajuan Seni Budaya
Kontinuitas adalah suatu perkembangan yang berlangsung secara bertahap dan terus menerus yang saling berkesinambungan. Kontinuitas kemajuan seni budaya adalah kemajuan seni budaya daerah tertentu yang berkembang secara bertahap dan terus menerus yang saling berkesinambungan.

B.     Contoh
Kontinuitas kemajuan Seni Budaya misalnya terjadinya proses akulturasi budaya. Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan atau lebih untuk menghasilkan budaya baru tanpa meninggalkan jati dirinya. Akulturasi budaya ini sangat bermanfaat dalam kemajuan seni budaya yang menghasilkan seni arsitektur, seni tari, pakaian dan seni rupa.

C.    Penerapan Kontinuitas Kemajuan Seni Budaya
Pada awalnya, Bali dipengaruhi unsur dari luar yang tidak terelakkan sebagai penyebaran agama Hindu dari India ke kawasan Indonesia, termasuk ke Bali. Claire Holt (1971) menjelaskan, bahwa penyebaran ini dibawa langsung oleh para pendeta atau biarawan dari India, yang berhubungan dengan perdagangan maupun kerajaan-kerajaan di Bali, dan juga sebagai pengaruh kerajaan Hindu di Jawa. Hal itu diperkuat dengan kontak-kontak masyarakat Bali dengan Cina, dan beberapa daerah di India Belakang (Asia Tenggara). Beberapa faktor itu, mungkin telah menyumbangkan pembentukan kebudayaan Bali dan termasuk seninya, khususnya seni lukis.
Seperti yang diketahui, kesenian Bali bertautan erat dengan upacara agama Hindu yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Bali. Semua bentuk kesenian di Bali pada  awalnya  untuk menunjang dan mengabadikan kehidupan upacara keagamaan Hindu Bali. Begitu pula pada kehidupan seni lukisnya yang juga memiliki  peran  besar pada  upacara agama Hindu di tempat-tempat pemujaan yang terdapat di seluruh pelosok daerah Bali.  Namun, budaya Bali sekarang adalah hasil akulturasi budaya lokal dan budaya yang datang dari luar, dan hal itu berpengaruh kepada ragam gaya dan ornamen seni  Bali, yang terlihat pada  seni arsitektur, seni tari, pakaian dan seni rupanya.
Kontinuitas seni dan budaya Bali bisa terjadi  akibat proses akulturasi dan disebabkan oleh karakter masyarakat Bali yang sangat terbuka, namun kreatif. Ada pandangan bahwa pengaruh dari luar seperti apapun setelah jatuh ke tangan seniman Bali selalu akan berciri Bali.    Bahwa dengan ‘keterbukakaan kreatifnya’  masyarakat Bali mampu menyelaraskan kebudayaan luar yang masuk dan disesuaikan dengan kekayaan seni dan budaya setempat.